Cinta, Harap dan Takut

Aku cinta kau yang memandangku apa adanya bukan ada apanya, karena aku seseorang yang bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa.

Bagian dari diriku yang menyalamiku dengan hangat yang kukenal dia dengan nama Aqidah merupakan berkah tiada dua dari pemilik ragaku, ia bernafas bersama ruhku dan menjadi bagian integral dalam hidupku.

Rintik hujan yang alamatkan berkah dari langit tengah dicurahkan oleh Alloh sang pemilik zat Tauhid, gerbang do'a dibuka lebar bagi kita yang memahami makna syukur sebagai seorang hamba.

Menunaikan akad laksana mengaktifkan magma di tengah pasifnya, namun inilah takdir sebagai hamba dimana cinta, harap dan takut seutuhnya diserahkan kepada pemilik jiwa dan raga.

Kita yang selalu terbuai dengan lezatnya hidup dan selalu dilalaikan betapa mengerikannya sakaratul maut, selalu saja nyaman memberikan penyerahan diri ini kepada selain Alloh, jika ruh masih berada dalam wadahnya bersegeralah menyambut seruan yang kan memberikan hidup yang sebenar-benarnya, aplikasikan iftitah dalam pentas dunia.

Cukuplah diri sebagai pendosa, jangan biarkan berevolusi menjadi pendurhaka yang memiliki mimbar mungil yang menyebabkan melepuhnya sekujur tubuh .

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS 6:162)

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS 6:163)

Foto: Kaique Rocha

Tag: islam, muhasabah, sastra, tauhid

neosophia

Seorang Seniman, Sastrawan, Sejarawan dan Musisi.

Baca Juga

Porsche Design Book One, Laptop Rasa Mobil Mewah

Oleh ~bukanotoy~ 2017-03-04 09:41:00

Stuttgart, Jerman. Porsche Design Computing melebarkan sayap portfolio produk mereka dengan membu...

Kita Ini Pelupa

Oleh neosophia 2017-02-09 20:48:26

Kita lupa bahwa kita ada karena ada Alloh yang menciptakan, kita lupa di kala dilahirkan telah dianugerahi beban yang di mana gunung pun enggan mengambilnya,...

Komentar