Distorsi Kisah Heroik Zombie

Kini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita bila mendengar kata “Zombie”, penggambaran figur mayat hidup yang senang memakan otak dan daging segar manusia seperti yang digambarkan dalam film-film Holywood seperti The Walking Dead atau game seperti Resident Evil, Left 4 Dead, Dead Island dan lain sebagainya. Penggambaran figur Zombie dibuat menakutkan melebihi mitos Kuntilanak atau Si Manis Jembatan Ancol sperti yang ada di tengah masyarakat Indonesia.

Bullsh*t

Kita tahu dan sangat sadar dengan kebohongan mitos Kuntilanak dan lain-lain, tapi jujur saja tidak sedikit orang-orang bodoh yang menghidupkan mitos tersebut selama bertahun-tahun, sampai-sampai ada yang ketakutan ketika berjalan di malam hari atau pada saat kebelet ingin pergi ke toilet di malam hari padahal semuanya sudah di ujung tanduk, hehehe.

Untuk apa mitos tersebut dipertahankan dan terus-menerus dipropagandakan oleh berbagai pihak?

Jawabannya adalah tidak lain dan tidak bukan untuk kepentingan individu-individu tertentu yang tengah meraup keuntungan dari mitos-mitos tersebut, sampai-sampai setiap film selalu saja ada tokoh “Setan” yang baru bermunculan menjadi artis ibu kota menghiasi dunia perfilman (ingat Valak yang sempat booming disini?), alih-alih menguji adrenalin hingga akhirnya mitos dipertahankan?

What!? Menurutku saat ini bukan adrenalin yang perlu diuji, melainkan kewarasan dan kejujuran, masyarakat kehilangan fokus akan hal yang sangat penting dikarenakan mitos-mitos sampah tersebut, sehingga tikus-tikus berdasi mengambil peran penting dalam meraup keuntungan yang sangat fantastis ini. Kepintaran yang buas akhirnya berkuasa di tengah masyarakat yang tengah terkena halusinasi media, Bravo.

Next

Lantas apa hubungannya dengan Zombie? Nah ini dia troops, ayo kita buka-bukaan seditkit, tentunya setiap pembentukan paradigma (kerangka berfikir) di tengah-tengah lingkungan masyarakat dengan menggemboskan mitos-mitos takhayul (cerita dari angan-angan atau fiksi) dan khurafat (cerita dusta) memiliki tujuan tertentu seperti yang telah saya jelaskan di atas.

Ada tujuan-tujuan tertentu yang perlu dianalisis agar tidak menjadi fitnah yang telah menimpa salah satu pejuang besar yang tengah kita ulas sejarahnya, sungguh ironi sekali berbagai langkahnya yang besar yang seharusnya ditulis dengan tinta emas dihancurkan hanya dengan stigma dan distorsi (penyelewengan) sejarah hasil dari Imperialis Sentris (penulisan sejarah menurut perspektif penjajah) yang tidak senang dengan kegemilangan Islam pada era itu.

Usang dimakan zaman karena tindakan Sejarawan Imperialis yang begitu sinis terhadap figure pejuang Islam yang begitu gigih dan gagah berani dalam menyebarkan agama Islam di Brazil dimana Islam pada saat itu tengah mengalami kemunduran, pejuang ini tampil sebagai penyulut yang membagikan bara api yang tengah digenggamnya di tengah getirnya umat yang kebingungan karena kehilangan induknya.

Dalam tulisan sejarah yang diambil dari kitab “Miatu min Udzoma’ Ummah Al-Islam Ghairu Majiro At-Tarikh”, disini dikisahkan bahwa Zombie adalah seorang komandan pasukan perang Islam yang gagah berani yang telah menyebarkan agama Islam di Negara Samba. Bahkan, secara bertahap Zombie bersama para ulama setempat sukses mendirikan sebuah Negara yang berlandaskan Syari’at Islam di Brazil.

Pada abad ke-XVI, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil. Ketika itu, bangsa Portugis memasukan budak-budak Afrika ke Negara penghasil Kopi tersebut sebagai tenaga kerja di Kebun Tebu. Mayoritas budak-budak Afrika tersebut beragama Islam hingga akhirnya saat itu banyak sekali muslim dan muslimah yang bermukim di Negara tersebut.

Kuasa Allah membantah mulusnya rencana kaum Imperialis Portugis yang tengah berlaku Zalim terhadap hamba-hamba-Nya, akhirnya tidak hanya para budak yang merasakan manisnya Iman Islam, melainkan masyarakat setempat berbondong-bondong mengucapkan dua kalimat Syahadat sehingga kini tidak hanya dari kaum Proletariat saja yang menyandang gelar Muslim, melainkan kaum Borjuis pun mulai menyandang gelar mulia tersebut. Allah benahi strata di Negara tersebut sehingga gemilaunya cahaya keimanan pun bersinar dengan terang disana.

Selalu akan ada kaum yang ingin memadamkan cahaya Agama Allah dengan mulut mereka ataupun dengan tindakan-tindakan pengecut yang dilancarkan dengan membunuh kaum yang tidak bersenjata seperti yang dilakukan oleh tentara salib, mereka membunuh para Ulama dan penyebar ajaran Islam serta menghancurkan budaya Islam di Brazil dengan berbagai program yang mereka canangkan. Pasukan salibis berusaha semaksimal mungkin ingin mencabut Agama Islam hingga ke akar-akarnya, mereka berbahagia karena mampu menjalankan program-program busuk mereka lalu beranggapan bahwa Islam telah musnah di Amerika Selatan.

Dalam kondisi yang amat mengkhawatirkan ini akibat ulah Imperialis yang tidak senang dengan tegaknya Agama Allah yakni Islam pada tahun 1643 silam. Bangkitlah pejuang Islam, dengan semangat menegakan Syari’at Islam, Zombie mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Brazil setelah mendakwahkan Islam ke berbagai pelosok Brazil sehingga masyarakat berbondong-bondong mengambil andil pola juang Profetik (berdasarkan yang diperjalankan para Nabi).

Mekar kembalilah Sunnah Rasulullah yang hampir pudar itu, melalui tangan-tangan hamba-Nya. Begitulah cara Allah menjaga Islam yang nan mulia ini. Oleh karena itu pula lah pasukan aslibis bersama tentara salib menjadikan Zombie sebagai target operasi untuk dihabisi. Mengetahui perkembangan Islam yang semakin pesat di Negara Brazil, akhirnya Portugis memulai peperangan dengan melancarkan serangan demi serangan di Negara kecil yang tengah berkembang di benua Amerika tersebut.

Dengan kuasa Allah, Zombie dan umat Islam saat itu mampu memenangkan peperangan pertama sehingga bertambah luas-lah wilayah kaum Muslimin saat itu. Bahkan Zombie mampu menaklukan 20 daerah di wilayah Negara bagian Bahi di Brazil dan akhirnya berlangsunglah Negara Islam di Brazil selama kurang lebih 50 tahun.

Perjuangan Muslim kulit hitam melawan Imperialis terus berlangsung hingga kekaisaran Portugis saat itu membangun koordinasi dengan kekaisaran Eropa sehingga dikirimlah armada laut kekaisaran Eropa untuk membantu Portugis mengalahkan pasukan umat Muslim dimana Zombie sebagai pemimpin revolusinya saat itu.

Dan ahkirnya pada tahun 1695 Masehi dikirimlah angkatan kekaisaran Eropa untuk membumi’hanguskan benih-benih revolusi Islam dan akhirnya banyak dari pejuang Islam yang gugur saat itu demi mempertahankan Negara yang telah diterapkannya Syari’at Islam di Brazil. Bagiku mereka telah mendapat kemuliaan yang hakiki di sisi Rabbul Izzati dengan memperjuangkan Dinullah (Agama Allah) dan mereka tidak mati melainkan hidup dengan limpahan rahmat di sisi-Nya.

Begitu agungnya akhlak para pejuang Islam terdahulu, tanpa kenal lelah dan rasa takut mereka bangkit di hadapan Imperialis asing yang ingin mengambil kemerdekaan hakiki, mereka mempersiapkan generasi-generasi mulia, mereka korbankan segalanya demi Rabb-nya dan senantiasa mengajarkan bagaimana caranya mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan oleh Rabbul Izzati.

Jangan biarkan nama para pejuang dihinakan dengan pemutar-balikkan fakta yang selalu dilakukan oleh mereka para Imperialis yang senantiasa benci melihat keagungan Islam dan para pemeluknya, juga pejuang-pejuang yang darahnya tergenang di atas tanah air-Nya.

Tag: sejarah, islam, distorsi, zombie, hollywood

neosophia

Seorang Seniman, Sastrawan, Sejarawan dan Musisi.

Baca Juga

Tanpa Tauhid, Sarjana Can be Stupid

Oleh neosophia 2016-10-20 10:42:10

Satu lagi kehebohan yang sedang terjadi di negeri kita tercinta ini, ialah Dimas Kanjeng yang diisukan mampu menggandakan uang dengan kesakt...

Jangan Sembunyikan Pahlawanku Dibalik Singgasana keangkuhanmu

Oleh neosophia 2016-10-14 09:28:57

Kemana gagahnya Epos yang membangkitkan pemuda hingga bahu-membahu mengumpulkam bata dan menjadikan darah mereka sebagai perekatnya. Tulang tak ayalnya p...

Komentar