Hypocrite Clan - Part 1

Di senyapnya malam itu terdengar sekumpulan manusia berbisik di balik tembok rumah yang sesak dengan Ghibah dan Hujatan.

Stigma busuk menghujani seorang manusia mulia yang miliki gelar Al-Amin (Jujur dan Terpercaya) betapa cemarnya gunjingan yang ditebarkan hingga setiap kaum yang singgah ke wilayah tersebut merasa khawatir bila mendengar nama Muhammad Ibnu Abdillah apalagi berjumpa dengannya.

Kabar berita apakah sehingga banyak manusia saat itu merasa khawatir apabila berjumpa dengan beliau? Cemoohan yang paling cemar sepanjang zaman, orang gila, tukang sihir (Kahin), pemecah keluarga dan pemecah belah persatuan kaum, tidak ada cemoohan paling cemar dan sempurna untuk membunuh karakter seseorang seperti yang Rasululloh Muhammad SAW alami.

Kalamulloh (Firman Alloh) yang saat ini dilantunkan oleh miliaran umat muslim di seluruh dunia pada masa Rosululloh Muhammad SAW pertama diutus di kala itu, dinyatakan sebagai doktrin yang dapat menyihir mereka hingga menjadi pembangkang yang memberontak.

Bila kita pahami dengan term modern bahwasanya Rosululloh dan para sahabatnya dicap sebagai seorang “Teroris”, sebuah kata yang amat memilukan bila kita dengar dan pahami saat ini.

Mengapa cap tersebut sehingga diberikan kepada Rosululloh dan para sahabatnya oleh Abu Jahal dan kawan-kawan? Sebenarnya pembangkangan terhadap apakah itu?

Bila kita baca di dalam Siroh yang telah dinukil Ibnu Hisyam dan buku tarikh yang telah ditulis oleh KH.Munawar Khalil, beliau menjelaskan bahwasanya Rosululloh melakukan pembangkangan terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh nenek moyang mereka (Kaum Musyrikin Mekah) yang disimboliskan dengan 4 berhala yaitu: Latta, Uzza, Hubbal dan Manna.

Kedengkian Abu Jahal dan kawan-kawan (Pemimpin Mekah saat itu) hingga akhirnya memberikan himbauan kepada setiap kaum yang melintas di hadapan Rosululloh untuk menutup telinga mereka dengan kapas.

Thufail Ad-Dausi (Sebelum beliau beriman dan menjadi sahabat Rosul) salah satu orang yang saat itu secara ekslusif Abu jahal / Umar bin Jahsy menyuntikkan pesan kebusukannya, namun Alloh maha pembalas tipu daya, Alloh hantarkan hidayah kepada Thufail.

Di kala Thufail berjalan ia melihat Rosululloh, secepat kilat ia padati telinganya dengan kapas agar tak mendengar apa yang diucapkannya, namun apa yang terjadi?

Thufail sang penyair handal tertsimulus daya kritisnya sehingga ia memperhatikan kata apakah yang sedang diucapkan di balik gerakkan bibir yang mulia itu, ia mendengar sebuah suara akan tetapi itu tak terdengar jelas, karena telinganya masih tersumbat oleh kapas hingga akhirnya alam kritisnya pun mencapai kulminasinya.

Lalu ia mendekati Rosululloh dan bertanya:

Thufail : "Apa yang sedang kau ghubah?"
Rosululloh : "Ini bukan ghubahan melainkan Kalamulloh / Firman Alloh."
Thufail : "Bisakah kau ulangi untukku?"
Rosululloh : "Tentu saja."
Thufail : "Benar ini bukan ghubahan syair melainkan Firman Alloh."

Dan di saat itulah Thufail mengucapkan dua kalimat syahadahnya dan beriman kepada Alloh dan Rosulnya. Sedikit ‘ku kisahkan riwayat yang menarik ini agar dapat kita ambil hikmahnya untuk dijadikan mediasi introspeksi bagaimana cara kita mensyukuri nikmat iman Islam yang telah Alloh anugerahkan untuk kita.

Kita berada di masa Qur’an sudah lengkap dan dapat menjawab berbagai persoalan hidup tanpa ada yang dikurangi atau dilebih-lebihkan karena sudah menjadi janji yang pasti bahwa Alloh yang akan menjaga keasliannya hingga hari kiamat kelak.

Bersambung...

Tag: sastra, sejarah, islam

neosophia

Seorang Seniman, Sastrawan, Sejarawan dan Musisi.

Baca Juga

The Rockin’ 1000 Memainkan Lagu "Smells Like Teen Spirit", Bikin Merinding!

Oleh ~bukanotoy~ 2017-01-26 08:36:00

The Rockin’ 1000 kembali merilis video klip terbarunya, sebenarnya bukan baru juga sih soalnya ini video ketika mereka bermain di Orogel Sta...

The Rockin’ 1000, Band dengan lebih dari 1000 Personil!

Oleh ~bukanotoy~ 2017-01-05 09:00:00

Ngomongin soal banyak-banyakan personil dalam sebuah band, kru disini pada bilang JKT48 atau AKB48. Memang saya akui jumlah mereka ada banyak dan saya terkej...

Komentar