Jangan Sembunyikan Pahlawanku Dibalik Singgasana keangkuhanmu

Kemana gagahnya Epos yang membangkitkan pemuda hingga bahu-membahu mengumpulkam bata dan menjadikan darah mereka sebagai perekatnya.

Tulang tak ayalnya pedang yang mampu merobek angkuhnya imperialis Portugis juga Kompeni.

Kemana Epos Pahlawanku!
Kini Pangeran Diponegoro hilang mendelusi menjadi fantasi dan tergantikan oleh fiksi yang seolah mengaktualita, ulah propaganda media si mata satu.

Kemana Epos Pahlawanku!
Cut Malahayati seorang janda yang bangkit menghadapi bengisnya Armada Belanda dan hingga akhirnya menancapkan Rencongnya di atas tubuh Cornelis De Houthman.

Keman Epos Pahlawanku!
Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan dari ranah Minang yang telah menumpahkan darahnya karena tak rela imperialis menjamur dan menghisap habis kemulian peradaban Islam di tanah airnya.

Kemana Epos Pahlawanku!
Mereka ada karena Illahi Rabbi tumpah darahnya menjadi saksi dan mengkristal sehingga setiap langkahnya merupakan guratan tinta emas yang menghias sutera nusantara.

Kembalikan Epos Pahlawanku!
Biarkan kami menikmati manuskrip para pejuang kami, jangan sembunyikan manuskrip yang merupakan warisan untuk kami.

Jangan sembunyikan Pahlawanku dibalik singgasana keangkuhanmu.

Tag: sastra, sejarah, indonesia

neosophia

Seorang Seniman, Sastrawan, Sejarawan dan Musisi.

Baca Juga

Distorsi Kisah Heroik Zombie

Oleh neosophia 2016-10-16 22:42:26

Kini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita bila mendengar kata “Zombie”, penggambaran figur mayat hidup yang senang memakan otak dan daging...

PPAP, Versi Metal! Lebih Greget!

Oleh ~bukanotoy~ 2016-10-10 10:00:00

Kamu tahu PPAP kan? Lagu tidak bermakna berdurasi singkat yang berhasil mengguncang jagat maya karya Piko-Taro da...

Komentar