Kita Ini Pelupa

Kita lupa bahwa kita ada karena ada Alloh yang menciptakan.

"Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa." – (QS.2:21)

Kita lupa di kala dilahirkan telah dianugerahi beban yang di mana gunung pun enggan mengambilnya.

"Sesungguhnya, Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka kuatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh," – (QS.33:72)

Kita lupa bahwa setiap waktu kita harus bernilai ibadah kepada Alloh.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku." – (QS.51:56)

Kita lupa di setiap sholat kita bersaksi dan meneguhkan janji bahwa Alloh muara penyerahan seluruh loyalitas.

"Katakanlah: 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam," – (QS.6:162)

Kita lupa di antara keimanan ini ada kekafiran yang terkadang kita perbuat tanpa sadar.

"Orang-orang yang telah Kami beri Al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." – (QS.2:121)

Kita terlalu terbuai dengan hidup yang fana hingga terlupa dengan yang abadi.

"Itulah orang-orang yang membeli (menukar) kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka, dan mereka tidak akan ditolong." – (QS.2:86)

"Tiap-tiap (tubuh) yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya, pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." – (QS.3:185)

Kita lupa bahwa di balik pengakuan terdapat konsekuensi yang harus diemban, mana ada cinta tanpa pengorbanan, apalagi kita berbicara cinta kepada pencipta cinta.

"Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan masuk surga?, padahal belum datang kepadamu (cobaan), sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah'. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." – (QS.2:214)

"Katakanlah: 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kuatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai, lebih daripada Allah dan Rasul-Nya, dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya'. Dan Allah tidak memberi petunjuk, kepada orang-orang yang fasik." – (QS.9:24)

Kita ini pelupa yang terlalu menikmati dosa.

Foto: Joshua Sortino - Unsplash

Tag: islam, muhasabah, quran

neosophia

Seorang Seniman, Sastrawan, Sejarawan dan Musisi.

Baca Juga

Cinta, Harap dan Takut

Oleh neosophia 2017-02-28 09:37:25

Kita yang selalu terbuai dengan lezatnya hidup dan selalu dilalaikan betapa mengerikannya sakaratul maut, selalu saja nyaman memberikan penyerahan diri ini k...

The Power of Emak-Emak is REAL!

Oleh ~bukanotoy~ 2017-02-06 08:45:00

Wanita adalah makhluk yang cantik, anggun dan mempesona. Namun, semua itu berubah ketika mereka mendengar atau melihat satu kata, Diskon....

Komentar